Pesona Mata Biru, dulu stigma kini istimewa - AnakDolan.com

Sabtu, 19 Maret 2022

Pesona Mata Biru, dulu stigma kini istimewa

Pesona Mata Biru, dulu stigma kini istimewa




Mereka jadi korban politik adu domba dari penjajah. Kini, keturunan bermata biru mulai dapat tempat istimewa sekaligus meluruhkan stigma.

 

Kita telah mengetahui bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang paling lama dijajah oleh bangsa-bangsa luar. Daya magnet yang paling kuat saat itu untuk datang menjajah Indonesia adalah kekayaan rempah-rempahnya. Portugis merupakan salah satu negara yang masuk ke Indonesia yang telah memasuki laut nusantara jauh sebelum bangsa lain sebenuanya datang melempar sauh dan berlabuh. Merekalah manusia kulit putih Eropa yang paling awal melakukan ekspedisi ke timur untuk mencapai dan mengeksploitasi tanah kaya Nusantara terutama sesudah penaklukan atas Malaka oleh Alfonso de Albuquerque. Pendudukan Malaka mendekatkan mereka ke Maluku, daerah yang kaya hasil bumi khas negeri timur dimana segala rempah tumbuh dan berpusat.

 


Di Desa Kaimbulawa yang berjarak sekitar 10 kilometer dari Lapara, ibu kota Siompu Timur,

Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara terdapat kelompok masyarakat yang memiliki mata biru. Selain bermata biru ada juga yang berambut pirang seperti bangsa Kaukasia atau Eropa. Untuk bertemu kelompok mata biru, harus menaklukkan jalanan terjal hingga ke perbukitan di Kaimbulawa tempat mereka bermukim. Dan pulau Siompu bisa dijangkau lewat perjalanan laut dari Kendari, ibu kota Sulawesi Tenggara, dengan tujuan ke Kota Baubau, Pulau Buton. Perjalanan itu butuh waktu enam jam dengan menumpang feri.

Dari Baubau, perjalanan berlanjut dengan penyeberangan menuju Pulau Siompu--durasinya sekitar 30 menit bila menumpang perahu cepat (speedboat).

 


Masyarakat bermata biru ini menjadi bagian dari populasi 1.010 jiwa masyarakat Kaimbulawa.Pelaut Portugis datang ke Nusantara pada abad 16 untuk berburu rempah.

Tujuan mereka adalah Kepulauan Maluku yang menjadi rumah bagi tanaman primadona,

cengkeh dan pala. La Ode Yusri mengatakan, para pelaut Portugis mula-mula melintasi jalur utara, lewat Pulau Mindanao, Filipina. Namun, lantaran banyak aksi perompak, Portugis mengalihkan rute pelayaran ke selatan.

Mereka pun menemukan Pulau Buton dan dijadikan persinggahan bagi pelaut Portugis saat menuju ke Maluku. Selama berlabuh,

mereka mengisi perbekalan serta menjalin hubungan dagang dengan Kesultanan Buton.

Yang unik dari si mata biru Dalam situasi gelap, si mata biru punya penglihatan yang lebih baik dibanding kebanyakan orang. Pupil mata mereka terlihat merah dalam gelap, seolah memancarkan cahaya.

 


  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar