Cerita Gudeg Mbah Lindu Yang Bikin Rindu, kota Jogja - AnakDolan.com

Sabtu, 12 September 2020

Cerita Gudeg Mbah Lindu Yang Bikin Rindu, kota Jogja

 Cerita Gudeg Mbah Lindu Yang Bikin Rindu, kota Jogja.

Gudeg menjadi makanan khas Jogja, banyak sekali kedai panganan gudeg yang berjajar di sepanjang kota. Namun, satu yang tidak boleh terlewat sama sekali saat kita liburan do jogja yakni, Gudeg Mbah Lindu yang legendaris. Cita rasa dari gudeg krecek, suwir, dan juga bubur gudegnya selalu membuat para penikmatnya datang lagi dan lagi.

Nah, menurut cerita yang beredar, kedai sederhana ini sudah ada sejak zaman kolonial. Rasa dan aromanya pun tak berubah meski saat ini tidak lagi dijaga oleh Mbah Lindu sebagai pemilik aslinya. Membahas tentang kuliner enak Jogja yang satu ini memang selalu menarik. karena Mbah Lindu sudah Meninggal, Begini Perjalanan Gudeg Legendarisnya di Yogyakarta ini.

Penjual gudeg legendaris pemilik nama lengkap Biyem Setyo Utomo tersebut meninggal dunia pada usia 100 tahun. Meninggal dunia pada Minggu (12/7/2020) sekitar pukul 18.00 WIB. Kabar ini membawa duka khusus nya para pecinta kuliner gudeg mbah lindu.

Banyak pihak mengatakan bahwa Mbah Lindu adalah penjual gudeg tertua di Yogyakarta. Mbah Lindu bahkan tak ingat pasti sudah berapa lama jualan gudeg. Namun, Mbah Lindu ingat betul bahwa ia berjualan sebelum memiliki suami, saat zaman kolonial.

Dulu, ia harus berjalan kaki dari rumahnya di kawasan Klebengan menuju Sosrowijayan, tempat jualan gudeg, mulai pukul 04.00 WIB. Kalau dilihat pada peta, jarak dua wilayah tersebut lebih kurang 5 kilometer. Ya, dari dulu hingga kedai Gudeg Mbah Lindu yang selalu ramai pengunjung ini berada di Jalan Sosrowijayan, tepatnya di pos depan Hotel Grage Ramayana. Berjarak kira-kira 300 meter saja dari Jalan Malioboro. Gudeg Mbah Lindu buka mulai pukul 05.00 sampai 10.00 WIB, tetapi tak jarang sebelum itu pun sudah banyak lauk gudeg yang habis. Sebelumnya, Mbah Lindu berjualan dengan anaknya bernama Ratiyah. Namun, sejak sekitar 2-3 tahun belakangan Mbah Lindu sudah tidak ikut jualan, hanya Ratiyah.

Masih menggunakan cara masak tradisional dan alat apaadanya Gudeg Mbah Lindu dimasak secara tradisional, di atas tungku kayu bakar. Masakan yang sudah matang, termasuk gudeg, dibiarkan semalaman supaya makin tanak dan bumbu lebih meresap. Lauk Gudeg Mbah Lindu adalah sambal goreng krecek, ayam kampung, dan telur bacem. Kamu bisa memilih gudeg pakai nasi atau bubur. Pencinta kuliner pedas tak perlu khawatir karena Gudeg Mbah Lindu ditaburi cabai rawit hijau. 

Begitu legendaris dan terkenalnya Gudeg Mbah Lindu, sampai-sampai Netflix pun mendokumentasikan perjalanan kuliner khas Yogyakarta ini pada 2019 dalam serial berjudul Street Food  Asia.

Selamat jalan pejuang/pahlawan kuliner Indonesia Mbah Lindu, seperti layaknya Gudeg Jogja, mbah lindu juga pantas di sebut warisan budaya Negeri ini.




2020 @ www.anakdolan.com Bangga Mencintai Negeri ini INDONESIA. Dan Buanglah Sampah pada tempatnya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar