Candi Plaosan, Monumen Cinta Dua Agama di Yogya - AnakDolan.com

Senin, 24 Februari 2020

Candi Plaosan, Monumen Cinta Dua Agama di Yogya

Candi Plaosan, Monumen Cinta Dua Agama di Yogya


Mengunjungi Yogyakarta sebagai pilihan destinasi wisata merupakan hal yang sudah lumrah untuk kebanyakan orang, Yogyakarta dikenal dengan tempat wisatanya yang beragam, sehingga wisatawan dapat dengan leluasa memilih destinasi wisata mana yang akan dikunjungi, mulai dari gunung, pantai, bukit, hingga budaya semuanya tersedia di Jogja. Namun jika anda masih merasa kurang atau bahkan merasa bosan dengan apa yang ada di Yogyakarta anda dapat mengunjungi daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan Yogyakarta yang memiliki tempat wisata alternatif untuk anda yang

menginginkan suasana baru, salah satunya anda dapat mengunjungi Kabupaten Klaten Jawa Tengah yang terdapat beberapa destinasi wisata termasuk wisata candi. Seperti yang sudah diketahui bahwa Yogyakarta memiliki peninggalan sejarah berupa candi-candi yang tersebar dibeberapa daerah khususnya daerah Kabupaten Sleman bagian timur atau berbatasan langusung dengan Kota Klaten, Jawa Tengah. Nah di Klaten ini anda juga dapat mengunjungi salah satu candi yang cantik dan unik karena memiliki karakteristik dan keunikannya tersendiri yaitu Candi Plaosan.


Terletak di Kabupaten Sleman bagian timur atau berbatasan langsung dengan Kota Klaten, Jawa Tengah, Candi Plaosan menjadi alternatif bagi Anda yang merasa kurang atau bosan dengan apa yang ada di Yogyakarta atau yang 'itu-itu saja'.

Terletak kira-kira satu kilometer ke arah timur-laut dari Candi Prambanan, banyak yang menyebut Candi Plaosan sebagai Candi Kembar. Di kompleksnya terdiri atas 2 Candi utama yaitu Candi Plaosan Lor (bagian utara) dan Candi Plaosan Kidul (bagian selatan).
Candi Plaosan Lor berjenis kelamin perempuan dan relief yang diukir menceritakan kehidupan perempuan pada masa lampau. Candi Plaosan Kidul berjenis kelamin laki-laki sehingga anda akan menemui relief yang menceritakan kehidupan laki-laki pada masa lampau.

Candi ini dikelilingi bongkahan batu dari reruntuhan prasasti purbakala yang menambah kesan megah bagi pengunjungnya. Candi Plaosan menjadi saksi bisu sejarah peradaban kerajaan pada masa Dinasti Syailendra, dan memiliki cerita tentang toleransi antar umat beragama.

Berdasarkan cerita sejarah, Candi Plaosan dibangun oleh Rakai Pikatan yang beragama Hindu untuk permaisurinya Pramodyawardani yang memeluk agama Buddha.

Berbeda dengan tetangganya, Candi Prambanan yang menceritakan kisah cinta bertepuk sebelah tangan, Candi kembar cantik ini mengisyaratkan kekuatan cinta yang menyatukan perbedaan.
Perbedaan tersebutlah yang menjadikan Candi Plaosan sebagai simbol bahwa kekuatan cinta dapat menyatukan perbedaan apapun. Selain menjadi simbol kekuatan cinta, Candi Plaosan menjadi simbol bentuk toleransi antar umat beragama. Candi Plaosan sendiri terbagi menjadi 2 bangunan utama yaitu Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul yang sering juga disebut sebagai Candi Kembar karena memang keduanya memiliki bentuk yang sama atau mirip. Berdasarkan relief yang berada dikedua candi tersebut mengisahkan tentang perjalanan cerita cinta antara Rakai Pikatan dan Pramodyawardani. Konon relief yang terdapat di candi sebelah selatan atau kidul menggambarkan bentuk kekaguman Pramodyawardani terhadap Rakai Pikatan dan candi yang di sebelah utara atau lor mengisahkan kekaguman Rakai Pikatan terhadap permaisurinya Pramodyawardani sehingga Candi Plaosan mendapat julukan atau simbol cinta kasih yang sangat sempurna.


Tidak banyak yang mengetahui kisah percintaan di balik Candi Plaosan ini karena mungkin kisah cinta yang lebih populer terdapat di Candi Prambanan dengan kisah Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Perbedaan dari kedua kisah tersebut adalah antara cinta yang sempurna yang berasal dari Candi Plaosan dan cinta yang bertepuk sebelah tangan dari Candi Prambanan. Jauh sebelum cerita romantis Romeo dan Juliet ada ternyata di Indonesia sudah memiliki cerita yang lebih romantis. Duh, makin cinta sama Indonesia! Hehe
Tapi sebaliknya jika seorang membawa pasangannya ke Candi Plaosan, banyak yang percaya bahwa jika menjalin hubungan atau saling berucap janji di Candi Plaosan maka hubungan mereka akan langgeng selamanya.
Tapi itu semua tergantung kepercayaan pada pasangan masing-masing.


Mengunjungi Candi Plaosan akan menjadikan perjalanan yang sangat menyenangkan, terlebih lokasi Candi Plaosan berada di tengah areal pesawahan juga menjadikan candi terasa lebih eksotis. Selain itu, jika kita mengunjungi Candi Plaosan mendekati senja, maka akan menjadi nilai lebih karena kita bisa menyaksikan senja yang romantis diatas relief Candi Plaosan yang megah.

Jangan percaya apa yang mereka katakan. Pergi, datangi dan lihatlah sendiri. Begitulah kira-kira, kata yang sampai detik ini membawaku selalu ingin berpetualang, bertemu hal baru dan mencari pengalaman anti-mainstream di Indonesia



www.anakdolan.com Bangga Mencintai Negeri ini INDONESIA. Dan Buanglah Sampah pada tempatnya! 

1 komentar:

  1. Around the temple there are a lot of ancient ruins that can tell us about the construction and architecture of those times and specialists.

    BalasHapus