Masjid Jami Al Makmur, Cahaya di Tengah Bisingnya Kota Jakarta - AnakDolan.com

Senin, 28 Mei 2018

Masjid Jami Al Makmur, Cahaya di Tengah Bisingnya Kota Jakarta



Tahukah Anda, Masjid Jami Cikini Al Makmur di Jalan Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat? Masjid itu merupakan kepunyaan Raden Saleh Sjarif Boestaman atau dikenal sebagai “Pangeran Hitam.” Masjid Jami Cikini Al Makmur menjadi sejarah panjang perjuangan umat Muslim, Seluruh umat Islam di daerah itu menyebut masjid tersebut dengan nama Masjid Cieh Raden Saleh atau Masjid Jami Cikini. Dahulu, bangunan masjid tak sekokoh sekarang. Pada 1840, material masjid dari bilik bambu dengan ukuran cukup besar itu berdiri tepat di sisi Kali Ciliwung dan bukan disini sempat terjadi Pemindahan lokasi masjid, terjadi ketika Raden Saleh meninggal pada 1880 karena tanah tersebut telah dijual kepada yayasan milik pemerintah Belanda yaitu Koningen Emma Stiching oleh tuan tanah keturunan Arab bernama Sayed Abdullah bin Alwi Alatas.


Konon, lokasi tempat berdirinya Masjid al-Makmur, Cikini yang terletak di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat ini, dulunya merupakan sebidang tanah kosong yang luas milik Raden Saleh Syarif Bustaman atau yang dikenal dengan nama Raden Saleh. Ia seorang pribumi keturunan Jawa yang terkenal tidak hanya di Tanah Air, tetapi juga ke seluruh belahan Eropa.
.
Yang unik dari masjid ini, Waktu dipindah, masjid ini digotong oleh warga, sama pagar-pagarnya sekalian, bukan dibongkar terus dibikin lagi. Dan Beneran digotong, hanya saja sejarah tidak menuliskan berapa banyak yang menggotong masjid ini. Tapi menurut cerita, hampir semua warga Cikini membantu menggotong masjid,”



Tahun 1993, Gubernur DKI Jakarta Wiyogo Atmodarminto menetapkan Masjid Jami Al-Makmur sebagai benda cagar budaya. Kini, masjid tidak hanya menjadi rumah ibadah, tetapi juga memiliki sekolah dan madrasah yang berada satu kompleks dengan masjid. Madrasah menerima siswa setingkat SD, SMP, dan SMA dan memberikan pelajaran di antaranya Al Quran, Hadis, Inadah Syari'ah, Fikih, Akidah, Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, serta Bahasa Arab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar