Pasar Tradisional buah pikiran Rakyat Cerdas dan Membangun Ekonomi Kreatif. - AnakDolan.com

Selasa, 15 Desember 2015

Pasar Tradisional buah pikiran Rakyat Cerdas dan Membangun Ekonomi Kreatif.



      "Traveling ngak harus melulu kalian ketemu Gunung, laut, desa yang indah dan pulau yang berjejer indah. Tapi kamu harus belajar mengenal pasar tradisional karena pasar sudah mewakili kekayaan Negeri ini dari isinya yang disajikan dalam pasar hasil laut, hasil gunung, dan hasil bumi lainya. Disamping itu pasar adalah cerminan asli dari kota itu sendiri. Satu kota bisa kita lihat aslinya dari bentuk dan tataruang pasar tersebut. Dan banyak kearifan lokal yang bisa kita galih di pasar."


PASAR TRADISIONAL DAN PERMASALAHANNYA
PENDAHULUAN

        Pasar tradisional selama ini kebanyakan terkesan kumuh, kotor, semrawut, bau dan seterusnya yang merupakan stigma buruk yang dimilikinya. Namun demikian sampai saat ini di kebanyakan tempat masih memiliki pengunjung atau pembeli yang masih setia berbelanja di pasar tradisional. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa banyak juga pasar tradisional yang dalam perkembangannya menjadi sepi, ditinggalkan oleh pengunjung atau pembelinya yang beralih ke pasar moderen.
Stigma yang melekat pada pasar tradisional secara umum dilatarbelakangi oleh perilaku dari pedagang pasar, pengunjung atau pembeli dan pengelola pasar. Perilaku pedagang pasar dan pengunjung dan pengunjung atau pembeli yang negatif secara perlahan dan bertahap dapat diperbaiki, sekalipun memerlukan waktu lama. Keterlibatan pengelola pasar dalam perbaikan perilaku ini adalah suatu keniscayaan.

Melekatnya stigma buruk pada pasar tradisional, seringkali mengakibatkan sebagian dari para pengunjung mencari alternatif tempat belanja lain, di antaranya mengalihkan tempat berbelanja ke pedagang kaki lima dan pedagang keliling yang lebih relatif mudah dijangkau (tidak perlu masuk ke dalam pasar). Bahkan kebanyakan para pengunjung yang tergolong di segmen berpendapatan menengah bawah ke atas cenderung beralih ke pasar moderen, seperti pasar swalayan (supermarket dan minimarket) yang biasanya lebih mementingkan kebersihan dan kenyamanan sebagai dasar pertimbangan beralihnya tempat berbelanja.

Seringkali dikesankan bahwa perilaku pedagang yang menjadi penyebab utama terjadinya kondisi di kebanyakan pasar tradisional memiliki stigma buruk. Sebaliknya, di lapangan di lapangan dijumpai peran pengelola pasar terutama dari kalangan aparatur pemerintah dalam mengupayakan perbaikan perilaku pedagang pasar tradisional masih sangat terbatas. Banyak penyebab yang melatarbelakangi kondisi ini. Dimulai dari keterbatasn jumlah tenaga dan kemampuan (kompetensi) individu tenaga pengelola pengelola serta keterbatasan kelembagaan (organisasi) pengelola pasar untuk melakukan pengelolaan pasar dan pembinaan pedagang,

Yuk kenali lagi budaya kita dan nilai-nilai kearifan lokal Negeri kita. by anakdolan,... AyooDolan!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar