Langsung ke konten utama

Berebut 1000 anak tangga Bromo dan mengenal Alam indah nya Budaya Bromo.

@anakdolan

Gunung bromo adalah salah satu gunung yang berada di Jawa Timur. Gunung bromo tidak hanya dikenal oleh masyarakat Indonesia saja melainkan juga sudah menjadi agenda kunjungan wisata bagi masyarakat dunia. Gunung bromo tidak pernah sepi dari kunjungan para wisatawan baik domestik maupun mancanegara karena pemandangannya yang begitu menakjubkan nan eksotis. Bahkan wisatawan sengaja tinggal untuk beberapa hari disana karena merasa betah akan keelokan alamnya dan keramahan serta budaya masyarakatnya.
Tapi yang bikin seru di tempat ini, pada saat liburan gunung Bromo menjadi ramai pengunjung yang bikin unik macetnya anak tangga gunung ini  1000 anak tangga di kawah gunung bromo ini menjadi Ritual kebiasaan untuk melihat indahnya kawah gunung Bromo. Hal seperti ini hampir setiap hari terjadi gmna tidak anak tangga ini jalan satu2 nya untuk menuju kawah gunung bromo disamping itu banyak orang tua atau lanjut umur kuat naik ke kawah bromo tersebut.Seru!! kan 

Meskipun gunung bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif dan bisa meletus kapan saja, namun daerah gunung bromo merupakan salah satu obyek wisata yang tidak pernah sepi dari pengunjungnya. Hal ini disebabkan karena selain jalurnya yang dapat dijangkau dari beberapa rute dan mudah untuk didaki sampai kepuncaknya juga tak lain karena pemandangan alamnya yang begitu indah. Berikut adalah beberapa pemandangan alam yang dapat dinikmati oleh para pengunjung di gunung bromo :

Menikmati Keindahan Matahari Terbit.
Hal yang paling diminati oleh kebanyakan wisatawan yang naik ke puncak gunung bromo yaitu, keindahan matahari terbitnya. Untuk melihat proses matahari pagi dari ufuk timur, biasanya wisatawan melakukan pendakian mulai tengah malam dimana keramaian sudah tampak sekitar pukul 3 pagi. Dari puncak gunung yang sering disebut pananjakan wisatawan dapat menikmati matahari pagi terbit (sunrise), yang mula-mula terlihat hanyalah sebuah bulatan yang ukurannya sangat kecil, menyerupai besar telur cicak saja. Namun tak lama kemudian bulatan kecil itu kian membesar dan membentuk sebuah bulatan yang utuh dan mengeluarka sinar yang membuat para wisatawan dapat menikmati pemandanga gunung-gunung lain disekitar wilayah itu, yaitu gunung bromo, gunung batok, dan gunung semeru yang merupakan gunung paling tinggi di pulau Jawa bisa dilihat dengan jelas serta hamparan lautan pasir. Ketika sampai di puncak pananjakan gunung bromo rasa lelah dan kantuk pun jadi hilang, terbayar dengan pemandangan yang menakjubkan ketika matahari pagi terbit dari ufuk timur tadi. Dan dengan ditemani minuman teh atau kopi serta jajanan ringan yang dijual diwarung-warung sekitar pananjakan. Maka tak heran jika moment terbitnya matahari pagi ini menjadi maskot utama dari pesona wisata di gunung bromo.

Menikmati Keindahan Lautan Pasir
Setelah puas menikmati keindahan bromo sunrise,pengunjung bisa melanjutkan perjalanan ke lautan pasir sekitar setengah jam dari puncak pananjakan dengan mengendarai jeep yang biasanya disewakan satu paket dengan puncak pananjakan. Pintu gerbang menuju kelaut pasir dan gunung bromo yaitu melalui Cemorolawang. Kawasan ini merupak daerah wisata yang paling ramai terutama pada hari libur. Beberapa aktivitas dapat dilakukan di daerah ini antara lain berkemah, berkuda maupun berjalan kaki menikmati keindahan alam. Lautan pasir ini diperkirakan memiliki luas yang mencapai 10 km persegi, lautan pasir ini tampak gersang dan hanya terlihat rumput-rumput kering. Menurut salah satu pengemudi jeep,saking luasnya lautan pasir ini sering kali dia tersesat bila akan naik kepuncak meskipun dia telah berpuluh tahun bekerja sebagai pengemudi jeep mengantarkan para wisatawan. Di lautan pasir ini terdapat satu pura yaitu tempat peribadahan dan acara ritual masyarakat suku tengger.

Menikmati Keindahan Kawah Gunung Bromo
Dengan melewati lautan pasir yang membentang sangat luas tentu saja perjalanan kaki ke gunung bromo sangat menyenangkan. Masih melanjutkan perjalanan sekitar 2km bisa dengan jalan kaki atau pun berkuda yang disewakan dengan harga antara 20.000-150.000 rupiah wisatawan dapat menuju ke kawah bromo. Sebelum mencapai bibir kawah wisatawan harus melewati sekitar 250 anak tangga yang sudah di bangun disisi gunung. Begitu sampai di bibir kawah wisatawan dapat melihat bagian tengah gunung bromo yang selalu berasap putih nan tebal dan tentu saja ini adalah peristiwa yang fenomenal karena jarang ada di Indonesia bahkan di dunia.

Menikmati Keindahan Tradisi Budaya Bromo
Setelah tadi diatas telah memaparkan keindahan alam gunung bromo, selanjutnya adalah tentang keunikan budayanya. Selain keindahan alam, obyek wisata gunung bromo juga punya daya tarik lain yaitu sebuah atraksi budaya atau tradisi yang dilakukan oleh suku tengger yang merupakan penduduk asli kawasan gunung bromo. Pada hari tertentu masyarakat suku tengger mengadakan upacara adat yang terkenal dengan upacara kasodo. Menyaksikan budaya lokal pada hari keempat belas tiap bulan purnama yang biasanya jatuh pada bulan november dimana penduduk asli tengger berkumpul ditepi kawah aktif gunung bromo. Upacara kasodo merupakan upacara untuk memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit dan bisa memberikan berkah serta kesejahteraan masyarakat suku tengger. Bentuk upacara tradisi ini adalah dengan membuat berbagai macam sesaji dan persembahan yang akan dipersembahkan kepada arwah-arwah penunggu gunung bromo seperti mempersembahkan beras, buah-buahan, sayur-sayuran, bunga, ternak dan hasil bumi lainnya. Sambil berjalan membawa sesaji mereka melantunkan doa, sampai dibibir kawah dan ketika doa telah selesai dibacakan maka sesaji tersebut dilemparkan ke dalam kawah.Sementara itu masyarakat bromo yang lain akan berhamburan untuk merebut sesaji yang di lempar tadi, dan perebutan sesaji ini menjadi suatu atraksi yang menarik selain iringan pembawa sesaji sebelumnya. Upacara ini dilakukan oleh penduduk asli tengger yaitu yang menganut agama yang memadukan unsur-unsur hindu dengan budha Mahayana untuk meminta berkah dari Tuhan Yang Maha Esa, Sang Hyang Widi Wasa.

Seruu!! kan? Yukkk! Kenalin Negeri ini bersama ANAKDOLAN. Follow IG @anakdolan temukan keindahan Indonesia. Anak Dolan...Ayooo Dolan!!

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kuda Lumping, Kesenian Unik Dari Tanah Jawa.

Kuda lumping merupakan salah satu kesenian yang berasal dari tanah Jawa. Pergelaran yang terdiri dari 4 fragmen tarian ini terasa menyeramkan bagi sebagian orang, tetapi merupakan salah satu kesenian yang cukup unik di Indonesia. Belum tercatat secara jelas asal-usulnya Kuda lumping dikenal juga dengan nama jaran kepang. Kesenian ini memperagakan sekelompok penari sedang menunggang kuda. Kuda yang digunakan bukanlah kuda asli, melainkan kuda buatan yang dibuat dari anyaman bambu yang disebut kepang. Anyaman ini dibuat sedemikian rupa, dihias dengan aneka kain serta warna, sehingga membentuk seekor kuda. Para penari yang menunggang kuda ini memerankan tokoh  prajurit. Sayangnya, belum ada asal-usul yang jelas mengenai tarian kuda lumping, bahkan kapan pertama kali kuda lumping diperagakan pun tidak tercatat. Pada 2012 yang lalu, Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) saat itu, Bapak Mohammad Nuh mengatakan bahwa hal ini sangat disayangkan. Tidak tercatatnya kuda

Makna Gebogan dalam Tradisi Hindu di Bali.

Saat kamu berkunjung ke Bali  pasti kamu pernah melihat perempuan Bali yang membawa buah-buahan di atas kepalanya? Ya, itu adalah gebogan. Gebongan atau biasa juga disebut dengan Pajegan adalah suatu bentuk persembahan berupa susunan dan rangkaian buah buahan, jajanan dan bunga yang dikreasikan oleh umat Hindu di Bali. Jenis buah dan jajanan biasanya berinovasi mengikuti perkembangan zaman, jadi apa yang kita makan itulah yang kita persembahkan.       Makna atau filosofi banten gebogan juga terlihat dari bentuknya yang menjulang seperti gunung, makin ke atas makin mengerucut (lancip), dan di atasnya juga diletakkan canang dan sampiyan sebagai wujud persembahan dan bhakti ke hadapan Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta. Gebogan biasanya diusung oleh para ibu-ibu dan gadis-gadis Bali untuk dihaturkan ke pura saat upacara piodalan atau upacara dewa yadnya lainnya sebagai bentuk rasa syukur atas berkat yang telah diberikan oleh Ida Sang Hyang Widhi Tuhan Yang Maha Esa U