AnakDolan.com

Kamis, 11 Juli 2019

Festival Lima Gunung: Wujud Cinta Petani Terhadap Seni dan Budaya.

20.00 0
Festival Lima Gunung: Wujud Cinta Petani Terhadap Seni dan Budaya.
Suara tetabuhan terdengar nyaring, ratusan orang mamadati latar rumah yang sudah di hiasi dengan instalasi burung Garuda di Padepokan Tjipta Boedaja Dusun Tutup Ngisor, Kabupaten Magelang, di kawasan barat Gunung Merapi. Mobil-mobil dari luar kota terparkir di tepian jalan, dan kendaraan bermotor berjajar rapi diparkiran . Pengunjung membludak, sebab acara FESTIVAL LIMA GUNUNG KE 18 sudah di mulai. Festival lima gunung adalah pesta budaya yang diadakan oleh para penggerak seni dan budaya yang ada di lima gunung
Nama lima gunung yang menjadi sebutan untuk komunitas ini, adalah Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing dan Pegununan Monoreh, yang wilayahnya masuk kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah.

Banyak melibatakan kalangan milineal desa bahkan kepala dusun Tutup Ngisor. Uniknya lagi tidak ada yang membayar dan dibayar untuk meraka dan acara ini mewujudkan gerakan Budaya desa dan kegembiraan bersama dalam Festival Lima Gunung menjadi tujuan utama acara ini. 

Festival tahunan berbasis nilai-nilai budaya gunung dan masyarakat desa kali ini acara berlangsung dari tanggal 5-7 juli 2019 dan bertepatan dengan 18 kali acara ini sudah di selengarakan. 77 agenda pementasan kesenian, antara lain tarian, musik, puisi, performa, kenduri dan kirab budaya menjadi satu tumplek blek di acara ini. Mengusung dengan tema budaya " Gunung Lumbung Budaya" yang bercerita tentang nilai-nilai budaya masyarakat gunung dan desa yang menghidupi keseharian mereka dan menjadi pustaka inspirasi bagi masyarakat luas. Adapun tema Festival Lima Gunung, yang mengusung 'Gunung Lumbung Budaya'. Tema ini diambil karena budaya yang masih bertahan berada di pedesaan.  Tidak hanya itu saya Festival Lima Gunung disebut juga bukan soal bagus tidaknya suatu pementasan. Akan tetapi, selalu saja membuat penonton baik dari desa-desa maupun tamu luar kota, secara natural menjadi bagian tak terpisakan dari festival ini.






Para pegiat utama Komunitas Lima Gunung selama bertahun-tahun setia menghadirkan festivalnya yang tanpa sponsor itu. Mereka selama ini yang berada di garda depan, berpikir, dan bersibuk ria menghadirkan festival itu, tahun demi tahun.Festival tahun ini, para pegiat utama komunitas lebih banyak mengamati kiprah kalangan milenial desa itu, hilir mudik memantau kelangsungan festival, dan menyapa para tamu penting dari luar kota.Di tangan kalangan milenial desa, Festival Lima Gunung tahun ini tetap hadir sebagai wujud gerakan kebudayaan desa yang dibangun bertahun-tahun oleh para petinggi komunitas. Sampai ketemu di Festival Lima Gunung Tahun Depan.





2019 @ www.anakdolan.com Bangga Mencintai Negeri ini INDONESIA. Dan Buanglah Sampah pada tempatnya! Follow ig Anak Dolan ( @anakdolan )

Rabu, 19 Juni 2019

Desa kecil yang menjadi Pusat penjagalan Ular Terbesar di Dunia.

17.35 0
Desa kecil yang menjadi Pusat penjagalan Ular Terbesar di Dunia.

Mungkin kebanyakan orang berpikiri 'Ular' merupakan salah satu satwa melata atau binatang yang cukup menakutkan bagi sebagian orang. Bahkan satwa melatah ini kadang kita kaitkan dengan kesan seram dan jahat. Tapi segala persepsi tersebut tidak berlaku bagi penduduk Desa Kertasura. kecamatan Kapetakan, kabupaten Cirebon. Dikenal sebagai sentra ular di Indonesia atau Pusat penjagalan ular terbesar di Dunia. Di desa ini, kamu bisa menyaksikan ular-ular disembelih dengan jumlah ratusan lalu dijemur hingga kering. Sepanjang jalan Anda memandang, ular-ular yang kadang sangat berbisa itu tunduk dan tidak bisa melakukan apa-apa.

Kertasura sebenarnya hanya desa kecil yang berada di Cirebon, Jawa Barat. Awalnya desa ini hanya desa biasa saja selama beberapa tahun. Namun, setelah banyak penduduk desa yang mulai mencari ular untuk diperdagangkan, desa ini menjadi pusat industri kulit ulat di Jawa Barat, bahkan mungkin Indonesia. Setiap hari, penduduk di desa ini menampung ular-ular yang sengaja ditangkap oleh pemburu. Ular itu akan dipelihara selama beberapa saat atau langsung diproses untuk diambil kulitnya yang bermotif indah. Kulit yang dihasilkan oleh desa ini nantinya akan digunakan untuk kerajinan tangan berupa sabuk atau tas yang memiliki harga cukup fantastis.



ular yang ditangkap merupakan ular yang khusus hidup di air baik asin, tawar maupun payau. Ular yang diambil merupakan hewan melata yang dianggap hama bagi petani, peternak hingga petambak. "Kalau ular yang habitatnya di darat tidak saya ambil karena ada aturannya kan harus ada izin juga selain itu penangkapannya dibatasi serta harus ada penangkarannya," Sementara itu, selain kulit, penduduk setempat juga terkadang mendapat banyak pesanan dari daging ular. beberapa dari mereka mengatakan, jika musim dingin, daging ular sebagian besar laku dibeli. Dan mereka mengaku tidak tahu daging yang dibeli oleh pengepul tersebut dipergunakan untuk apa. Jika daging tak laku dibeli,memberikan daging untuk pakan ternak atau tambak seperti ikan lele. Ada yang bilang "Mungkin biasanya diekspor karena setahu saya daging ular itu panas dan di luar negeri sana kalau musim dingin biasanya pas makan daging ular. Semua orang yang akrab dengan ular pasti pernah mencoba daging ular," ujar beberapa masyarakat. Tetapi demikian, mereka mengaku tidak memprioritaskan menjual daging ular ke pasaran. Sebab, selain bukan makanan pokok, daging ular tidak boleh dimakan untuk kalangan muslim.

Antara Kebutuhan dan Kekejaman. Melihat kekejaman yang terjadi di kawasan Kertasura bisa membuat banyak orang tidak mau berkunjung di sana. Bagi pencinta satwa terutama ular akan merasa melihat neraka di mana hewan yang bisa dipelihara denganbaik itu justru dibantai dengan cara yang mengerikan dan membuat hewan itu mati kesakitan sebelum dipanen kulitnya. Meski apa yang dilakukan oleh para penjagal ular di sini sangat kejam, mereka tidak bisa menghentikan aksi ini. Hampir sebagian besar penghasilan dari penduduk didapat dengan menjual kulit ular. Kalau usaha ini mendadak ditutup, mereka tidak akan memiliki pekerjaan yang telah ditelateni selama bertahun-tahun.

Bagaimana lur! kamu masih berani atau mau berkunjung ke desa ini. Selamat mencoba buat kamu yang berani dan masih penasara.

2019 @ www.anakdolan.com Bangga Mencintai Negeri ini INDONESIA. Dan Buanglah Sampah pada tempatnya! Follow ig Anak Dolan ( @anakdolan )


Selasa, 30 April 2019

Gurih, Kenyal, dan Empuk, ini lah Nasi Koyor Semarang

17.21 0
 Gurih, Kenyal, dan Empuk, ini lah  Nasi Koyor Semarang

Makan masakan kuah bersantan sudah biasa. Tapi, bagaimana jika kuah bersantan itu dipadukan dengan urat sapi nan empuk? Masakan itu menjadi nasi koyor yang supersedap. Kalau orang Yogyakarta punya gudeg yang manis, warga Semarang punya makanan unik yang enak banget saat dimakan bareng gudeg, lo. Apa itu? Yup, nasi koyor.

Koyor yang merupakan bagian dari urat sapi itu dimasak sehingga memiliki cita rasa khas Semarang karena kegurihannya. Olahan nasi koyor berupa kuah bersantan tersebut dimasak dengan rempah-rempah sedap.

Oya, kamu jangan sampai keliru ya, koyor itu berbeda dari kikil. Koyor tidak memiliki bagian tebal dan tulang seperti kikil. Koyor diambil dari lutut sapi, sementara kikil berasal dari tulang rawan di kaki sapi.

Nah, rasa gurih yang agak pedas dari nasi koyor menyatu dengan manisnya gudeg, yang biasanya melengkapi menu nasi koyor. Saking eratnya nasi koyor dengan gudeg, olahan ini sering disebut sebagai nasi gudeg koyor.

Mau menambahkan lauk lain dalam nasi koyor? Bisa banget! Rasa perpaduan dengan koyor yang kenyal dan lembut bakal sangat menggugah selera. Telur, ayam, daging, tahu, maupun tempe pun bisa menjadi lauk pelengkap.

ada banyak warung makan di Kota Semarang, Jawa Tengah yang menyediakan nasi koyor, lo. Tempat-tempat tersebut buka dari sore hingga dini hari. Salah satunya yang melegenda ada di wilayah Peterongan. Kenapa legendaris? Sudah puluhan tahun mbuka dan selalu ramai. Tapi, jika ingin atmosfer lain, kamu bisa memilih lokasi di sepanjang sisi jalan sekitar Kawasan Simpanglima. Atau kamu bisa cobain di NASI KOYOR MARBA KOTA LAMA Jl. Letjend. Soeprapto No. 33 -Semarang (Samping Gedung Marba - Seberang Taman Sri Gunting Kota Lama) Warung makan sederhana ini sudah berdiri sejak tahun 1950an ini lokasinya ada di samping gedung Marba yang masih mentereng di sekitar kota lama. Walopun warungnya kecil jangan salah loh langganan nya orang2 "gede" semua bahkan orang2 penting sering makan disini 😁 Menu yang tersedia cuma koyor dan hanya beberapa sayur ramesan aja guys. Karena emang yang khas disini cuma koyor nya aja. Selamat mencoba ya!!!
NASI KOYOR MARBA KOTA LAMA Jl. Letjend. Soeprapto No. 33 -Semarang (Samping Gedung Marba - Seberang Taman Sri Gunting Kota Lama)

Jumat, 12 April 2019

Masjid 99 Kubah Makassar menjadi ikon baru Sulawesi Selatan

18.02 0
Masjid 99 Kubah Makassar menjadi ikon baru Sulawesi Selatan

Sekali Layar Terkembang
Pantang Biduk Surut Ke Pantai

Kota Makassar adalah ibu kota provinsi Sulawesi Selatan, Makassar merupakan kota metropolitan terbesar di kawasan Indonesia Timur dan pada masa lalu pernah menjadi ibukota Negara Indonesia Timur dan Provinsi Sulawesi

Jika berbicara soal Makassar untuk saat ini tentu ada sesuatu yang cukup unik dan menakjubkan
Sebuah bangunan Masjid yang besar dan cukup megah dibangun di kota ini, seperti nama Masjid tersebut "Masjid 99 Kubah" tentu masjid ini mempunyai kubah berjumlah 99 buah

Kenapa 99 buah?
Karena Majid ini terinspirasi dari Asmaul Husna yang berjumlah 99 ya gan. Masjid 99 Kubah Makassar menjadi ikon baru Sulawesi Selatan. Didesain dengan cantik, tampilannya sungguh menawan. Sekilas ia tampak seperti salah satu landmark terkenal di Rajasthan, India

Di klaim, masjid 99 kubah yang berdiri di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar ini akan menjadi salah satu dari 30 masjid terunik di dunia  "Untuk di Indonesia, masjid ini akan masuk 10 yang terbaik,"



2019 @ www.anakdolan.com Bangga Mencintai Negeri ini INDONESIA. Dan Buanglah Sampah pada tempatnya!