Menyapa cerita untuk Negeriku bersama bocah “Sembalun Lawang” Lombok Timur - AnakDolan.com

Jumat, 22 Januari 2016

Menyapa cerita untuk Negeriku bersama bocah “Sembalun Lawang” Lombok Timur

IG @anakdolan
Lahir dari sebuah keluarga sederhana, di Jawa Timur, tepatnya Kota Jombang, saya sejak kecil sudah terbiasa jalan-jalan menyusuri sawah dan mendengarkan kicau burung di pagi dan sore hari. Seperti hal nya bocah petualang hehe. Ah, kenangan itu. Sudah begitu jauh tapi masih terasa seperti kemarin. Sekarang, saya sudah menjadi bagian dari hiruk-pikuk Ibu Kota, itu berarti akan sangat sulit mendapatkan pemandangan sewaktu saya kecil dulu. Terdorong keinginan untuk merantau dan mengembangkan Budaya Jawa, khususnya wayang, saya nekad ke Jakarta mengikuti ajakan teman untuk bergabung di komunitas Wayang Beber Metropilitan. Perkembangan Wayang Beber bisa dibilang cukup pesat, hingga saya menduduki jabatan Art Manager. Dari sana saya bisa hidup, dari sana saya juga, dapat mendapatkan teman-teman yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Satu lagi yang paling penting, saya merasakan bosan. Sebuah kekosongan yang sulit dideskripsikan tapi terasa menusuk dada. Mulai dari momen inilah, saya mulai hobi berkeliling untuk menghilangkan penat. Saya susuri pedalaman-pedalaman di Jawa, Bali dan NTT. Perjalanan saya tidak di latar belakangi untuk menikmati keindahan alam. Tidak!!. Hanya sebuah motif yang datang untuk ketemu orang-orang baru, tempat-tempat tak dikenal atau pemandangan lain di luar Jakarta yang sesak dan penuh asap. Intinya mencari pengalaman baru dan belajar dari Budaya sendiri. Namun, pada tahun 2014, di malam menjelang lebaran ibu saya meninggal. Sedih? Tentu saja. Saya sampai harus meredefinisi hidup, sebab selama ini saya hidup demi membahagiakan beliau. Akhirnya, semua itu saya tumpahkan. Saya tumpahkan dengan terus melakukan perjalanan ke Timur Indonesia. Sampailah saya di Sembalun Lawang, NTT, pada tahun 2013. Saya terkesan dengan kepolosan bocah-bocah di sini yang masih memainkan permainan tradisional. Disini saya meletakan lelah saya dalam senyuman dan keramahan bocah-bocah sembalun lawang.. Ke akraban mereka dan canda tawa mereka membuat saya semakin tidak mau beranjak dari desa ini, anak-anak yang masih polos dan lugu dan yang belum mengenal cangihnya gedged dan mainan moderen membuat saya belajar memahami apa sebuah kecerian dalam bermain. Haru dan bahagia yang saya rasakan membuat saya kangen untuk mengulang masa kecil saya didesa. Tujuan paling mengesankan dan esensial dari perjalanan saya sebenarnya, ingin mendekatkan diri dengan satu-satunya ibu yang masih saya miliki, yaitu Ibu Pertiwi. Saya tergugah untuk mengenalkan Indonesia ke ruang lingkup yang lebih luas.  Terimakasih by anakdoan

1 komentar:

  1. I do agree with all the ideas you've offered on your post. They're really convincing and will certainly work. Nonetheless, the posts are very quick for beginners. May you please lengthen them a bit from subsequent time? Thank you for the post. google mail sign in

    BalasHapus