AnakDolan.com

Rabu, 16 Oktober 2019

Pulau Padar Yang Tidak Akan Pudar dari Wisatawan

14.41 0
Pulau Padar Yang  Tidak Akan Pudar dari Wisatawan

Pulau Padar Taman Nasional Komodo, akhirnya perjalanan  saya bisa liburan kesini setelah sekian lama pengen banget mengunjungi pulau yang makin ngehits di social media ini bahkan makin ramai karena akses menuju pulau ini sudah sangat gampang.  Buat yang belum tahu, sedikit info letak nya, Pulau Padar, adalah salah satu pulau di Kawasan Taman Nasional Komodo. Pulau ketiga terbesar di kawasan Taman Nasional Komodo, setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Pulau ini relatif lebih dekat ke Pulau Rinca daripada ke Pulau Komodo. Pulau ini dipisahkan oleh Selat Lintah, yang belakangan ini semakin ngehits apalagi dengan penetapan pemerintah dan dinas pariwisata menjadikan Destinasi Premium di Labuahan Bajo, Kalau tetep nggak tahu, mungkin kalian bisa buka sosmed atau hashtag #pulaupadar .
Pulau Padar juga diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, karena berada dalam wilayah Taman Nasional Komodo, bersama dengan Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Gili Motang.  Dan pulau ini masih bersih tanpa penghuni manusia, jadi kalau kesini kalian catat jam buka kunjungan nya ya.

Pulau ini memiliki cara tersendiri untuk menghipnotis para pengunjungnya.  Dari tanjakan hingga warna rumput yang sesuai dengan musim di Indonesia, nah kebetulan pas saya kesini rumput lagi berwarna hijau dan masih tetep cantik.  Meskipun pulau ini adalah pulau terbesar ketiga yang ada di Kawasan Taman Nasional Komodo, Pulau Padar memang agak terlambat dikenal. Mungkin karena sebelumnya, Gili Laba, Pink Beach dan beberapa destinasi di Flores lainnya jauh lebih banyak disebut-sebut.  Sampai kemudian nama pulau ini muncul ke permukan (kalau kata filosofi yang indah datang nya belakangan atau jagoan datangnya di akhir film hehe) Iya, belakangan ini bahkan sekarang nama dan kecantikan pulau ini sering muncul di Instagram, dan mulai banyak disebut, nama Pulau Padar sekarang ini kian naik daun. Bahkan kaum anak muda melenial pun banyak yang merencanakan liburan ke Flores, pasti berkeinginan untuk mengabadikan diri di salah satu puncak bukit Pulau Padar.  Saya adalah salah satunnya contohnya, orang berkeinginan agar bisa menginjakkan kaki di pulau yang kece badai ini. Jadi meskipun lokasi Pulau Padar ini cukup jauh dari Labuan Bajo, itu nggak menghentikan niat orang-orang berburu foto instagram di padar! karean akses disini sudah benar-benar gampang dan mudah.



Saya berani merekomendasikan terbaik untuk destinasi satu ini, meskipun menguras cukup banyak energi untuk naik hingga puncak Pulau Padar dengan sepasang kaki ini. Ya karena untuk naik sampai puncak pulau ini kita harus berjalan kaki dengan rute menanjak. Belum lagi kalau air surut, kadang kapal nggak bisa merapat ke pulau ini mungkin, pilihan nya bisa berenang atau naik kapal yang lebih kecil.  Jadi siapin energi kamu dan jangan lupa bawa air mineral. Namun percaya deh, usaha yang dilakukan untuk mendaki salah satu bukit di Gili Padar akan terbayar! Dari ketinggian bukit Gili Padar akan terlihat lansekap daratan khas Flores yang berbukit-bukit, sedang dihimpit dua teluk dengan air yang begitu jernih dengan keindahan yang super wah!! Dan banyaknya pengunjung  wisatawan lokal bahkan banyak juga dari mancanegara terbukti Pulau ini 

Benar kata orang-orang, Taman Nasional Komodo ini memang surga yang diturunkan di bumi. Sekali datang lalu enggan pergi, sekalinya dia ada tapi tidak pudar.  Jika kamu berencana untuk mengunjungi Taman Nasional Komodo. Yuk rencanakan dari sekarang.

Oh iya, sedikit ada tips nih kalau kamu mau naik ke Pulau Padar.  

Pertama : Pakailah sandal gunung atau sepatu hiking atau sepatu anti selip dan jangan pernah pakai sandal jepit, karena jalur puncak licin dengan kemiringan yang tajam dan cukup ekstrim.

Kedua : Waktu terbaik untuk dating ke Pulau Padar, Datanglah Pagi atau Sore untuk mendapatkan foto terbaik.

Ketiga : Bawa alat-alat hiking yang sefti, dan air minum yang cukup

Keempat : Bawa payung atau topi, untuk menutupi kepala dari panas teriknya matahari yang menyengat.

Selamat berlibur ke Pulau ini dan buang sampah mu pada tempatnya.
 




Senin, 19 Agustus 2019

“Kirab Manten Tebu” demi manisnya panen gula pabrik gula Madukismo

20.43 0
“Kirab Manten Tebu” demi manisnya panen gula pabrik gula Madukismo
Terletak di selatan kota Yogyakarta, sekitar empat kilo menuju arah selatan, ada pabrik gula tertua pabrik gula Madukismo yang merupakan penghasil gula pasir kualitas terbaik masih berdiri kokoh. Ini adalah satu-satunya pabrik gula yang ada di Yogyakarta.


Pabrik ini terlahir pada 1955 atas prakarsa Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Setelah delapan tahun beroperasi, Presiden Soekarno pun meresmikan pabrik gula ini. Setahun setelah diresmikan, pabrik ini baru dapat memproduksi spritus. Hingga kini, Madukismo masih menghasilkan gula dan spiritus.

Dalam setahun, pabrik ini hanya berproduksi selama enam bulan, mulai Mei hingga Oktober. Menariknya, sebelum memulai giling (produksi), pabrik Madukismo memiliki tradisi yang unik, yakni kirab manten tebu. Ritus ini merupakan tradisi yang diwariskan sejak Sri Sultan Hamengku Buwono IX.


Dalam prosesi, banyak dijumpai ratusan sesaji berupa tumpeng, jenang, dan ingkung. Ada juga kepala kerbau dan sapi yang nanti akan ditanam di mesin penggilingan. Ritus ini bertujuan menyambut musim giling agar diberikan keselamatan dan menghasilkan gula yang melimpah ruah dengan kualitas baik. Para pekerja yang nantinya akan bekerja di pabrik juga diharapkan selamat dalam bekerja.

Prosesi manten tebu dimulai dari arak-arakan, dengan jalur mengitari pabrik. Arak-arakan ini juga diramaikan kelompok seni desa setempat dan beberapa prajurit dari Keraton Yogyakarta. Setelah itu, dilakukan prosesi ijab-abul antara tebu Kyai Tumpak dan Nyai Kasih, bertempat di masjid setempat. Prosesi terakhir adalah menanam sesaji kepala sapi dan kerbau ke tempat penggilingan tebu yang sebelumnya didoakan oleh para sesepuh.

2019 @ www.anakdolan.com Bangga Mencintai Negeri ini INDONESIA. Dan Buanglah Sampah pada tempatnya! Follow ig Anak Dolan ( @anakdolan )

Kamis, 11 Juli 2019

Festival Lima Gunung: Wujud Cinta Petani Terhadap Seni dan Budaya.

20.00 0
Festival Lima Gunung: Wujud Cinta Petani Terhadap Seni dan Budaya.
Suara tetabuhan terdengar nyaring, ratusan orang mamadati latar rumah yang sudah di hiasi dengan instalasi burung Garuda di Padepokan Tjipta Boedaja Dusun Tutup Ngisor, Kabupaten Magelang, di kawasan barat Gunung Merapi. Mobil-mobil dari luar kota terparkir di tepian jalan, dan kendaraan bermotor berjajar rapi diparkiran . Pengunjung membludak, sebab acara FESTIVAL LIMA GUNUNG KE 18 sudah di mulai. Festival lima gunung adalah pesta budaya yang diadakan oleh para penggerak seni dan budaya yang ada di lima gunung
Nama lima gunung yang menjadi sebutan untuk komunitas ini, adalah Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing dan Pegununan Monoreh, yang wilayahnya masuk kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah.

Banyak melibatakan kalangan milineal desa bahkan kepala dusun Tutup Ngisor. Uniknya lagi tidak ada yang membayar dan dibayar untuk meraka dan acara ini mewujudkan gerakan Budaya desa dan kegembiraan bersama dalam Festival Lima Gunung menjadi tujuan utama acara ini. 

Festival tahunan berbasis nilai-nilai budaya gunung dan masyarakat desa kali ini acara berlangsung dari tanggal 5-7 juli 2019 dan bertepatan dengan 18 kali acara ini sudah di selengarakan. 77 agenda pementasan kesenian, antara lain tarian, musik, puisi, performa, kenduri dan kirab budaya menjadi satu tumplek blek di acara ini. Mengusung dengan tema budaya " Gunung Lumbung Budaya" yang bercerita tentang nilai-nilai budaya masyarakat gunung dan desa yang menghidupi keseharian mereka dan menjadi pustaka inspirasi bagi masyarakat luas. Adapun tema Festival Lima Gunung, yang mengusung 'Gunung Lumbung Budaya'. Tema ini diambil karena budaya yang masih bertahan berada di pedesaan.  Tidak hanya itu saya Festival Lima Gunung disebut juga bukan soal bagus tidaknya suatu pementasan. Akan tetapi, selalu saja membuat penonton baik dari desa-desa maupun tamu luar kota, secara natural menjadi bagian tak terpisakan dari festival ini.






Para pegiat utama Komunitas Lima Gunung selama bertahun-tahun setia menghadirkan festivalnya yang tanpa sponsor itu. Mereka selama ini yang berada di garda depan, berpikir, dan bersibuk ria menghadirkan festival itu, tahun demi tahun.Festival tahun ini, para pegiat utama komunitas lebih banyak mengamati kiprah kalangan milenial desa itu, hilir mudik memantau kelangsungan festival, dan menyapa para tamu penting dari luar kota.Di tangan kalangan milenial desa, Festival Lima Gunung tahun ini tetap hadir sebagai wujud gerakan kebudayaan desa yang dibangun bertahun-tahun oleh para petinggi komunitas. Sampai ketemu di Festival Lima Gunung Tahun Depan.





2019 @ www.anakdolan.com Bangga Mencintai Negeri ini INDONESIA. Dan Buanglah Sampah pada tempatnya! Follow ig Anak Dolan ( @anakdolan )

Rabu, 19 Juni 2019

Desa kecil yang menjadi Pusat penjagalan Ular Terbesar di Dunia.

17.35 0
Desa kecil yang menjadi Pusat penjagalan Ular Terbesar di Dunia.

Mungkin kebanyakan orang berpikiri 'Ular' merupakan salah satu satwa melata atau binatang yang cukup menakutkan bagi sebagian orang. Bahkan satwa melatah ini kadang kita kaitkan dengan kesan seram dan jahat. Tapi segala persepsi tersebut tidak berlaku bagi penduduk Desa Kertasura. kecamatan Kapetakan, kabupaten Cirebon. Dikenal sebagai sentra ular di Indonesia atau Pusat penjagalan ular terbesar di Dunia. Di desa ini, kamu bisa menyaksikan ular-ular disembelih dengan jumlah ratusan lalu dijemur hingga kering. Sepanjang jalan Anda memandang, ular-ular yang kadang sangat berbisa itu tunduk dan tidak bisa melakukan apa-apa.

Kertasura sebenarnya hanya desa kecil yang berada di Cirebon, Jawa Barat. Awalnya desa ini hanya desa biasa saja selama beberapa tahun. Namun, setelah banyak penduduk desa yang mulai mencari ular untuk diperdagangkan, desa ini menjadi pusat industri kulit ulat di Jawa Barat, bahkan mungkin Indonesia. Setiap hari, penduduk di desa ini menampung ular-ular yang sengaja ditangkap oleh pemburu. Ular itu akan dipelihara selama beberapa saat atau langsung diproses untuk diambil kulitnya yang bermotif indah. Kulit yang dihasilkan oleh desa ini nantinya akan digunakan untuk kerajinan tangan berupa sabuk atau tas yang memiliki harga cukup fantastis.



ular yang ditangkap merupakan ular yang khusus hidup di air baik asin, tawar maupun payau. Ular yang diambil merupakan hewan melata yang dianggap hama bagi petani, peternak hingga petambak. "Kalau ular yang habitatnya di darat tidak saya ambil karena ada aturannya kan harus ada izin juga selain itu penangkapannya dibatasi serta harus ada penangkarannya," Sementara itu, selain kulit, penduduk setempat juga terkadang mendapat banyak pesanan dari daging ular. beberapa dari mereka mengatakan, jika musim dingin, daging ular sebagian besar laku dibeli. Dan mereka mengaku tidak tahu daging yang dibeli oleh pengepul tersebut dipergunakan untuk apa. Jika daging tak laku dibeli,memberikan daging untuk pakan ternak atau tambak seperti ikan lele. Ada yang bilang "Mungkin biasanya diekspor karena setahu saya daging ular itu panas dan di luar negeri sana kalau musim dingin biasanya pas makan daging ular. Semua orang yang akrab dengan ular pasti pernah mencoba daging ular," ujar beberapa masyarakat. Tetapi demikian, mereka mengaku tidak memprioritaskan menjual daging ular ke pasaran. Sebab, selain bukan makanan pokok, daging ular tidak boleh dimakan untuk kalangan muslim.

Antara Kebutuhan dan Kekejaman. Melihat kekejaman yang terjadi di kawasan Kertasura bisa membuat banyak orang tidak mau berkunjung di sana. Bagi pencinta satwa terutama ular akan merasa melihat neraka di mana hewan yang bisa dipelihara denganbaik itu justru dibantai dengan cara yang mengerikan dan membuat hewan itu mati kesakitan sebelum dipanen kulitnya. Meski apa yang dilakukan oleh para penjagal ular di sini sangat kejam, mereka tidak bisa menghentikan aksi ini. Hampir sebagian besar penghasilan dari penduduk didapat dengan menjual kulit ular. Kalau usaha ini mendadak ditutup, mereka tidak akan memiliki pekerjaan yang telah ditelateni selama bertahun-tahun.

Bagaimana lur! kamu masih berani atau mau berkunjung ke desa ini. Selamat mencoba buat kamu yang berani dan masih penasara.

2019 @ www.anakdolan.com Bangga Mencintai Negeri ini INDONESIA. Dan Buanglah Sampah pada tempatnya! Follow ig Anak Dolan ( @anakdolan )