AnakDolan.com

Kamis, 21 Februari 2019

Hari Peduli Sampah. Sudah Berbuat Apa Hari Ini?.

19.51 0
Hari Peduli Sampah.  Sudah Berbuat Apa Hari Ini?.

Tepat Hari ini  21 Februari Menjadi hari Peduli Sampah Nasional. Sampah menjadi persoalan yang tidak ada habisnya untuk dibicarakan. Setiap hari tak henti sampah memenuhi muka bumi ini. Bahkan, warga Jakarta saja dalam satu hari warganya bisa menghasilkan sampah plastik seluas tujuh lapangan bola.(perkiraan) Apa lagi sekarang Pariwisata berkembang, Solusi sampah belum terpecahkan. Masih ingat ya Indonesia merupakan produsen sampah plastik terbesar dunia no 2 setelah Cina. Dalam setahun, produksi sampah plastik Indonesia mencapai 3,22 juta ton. Salah satu penyebab menumpuknya sampah Indonesia ditengarai akibat kurang sadarnya masyarakat dengan bahayanya sampah dan tata kelola yang minim. Lebih dari separuh sampah plastik hanya berakhir tertimbun di Tempah Pembuangan Akhir (TPA). Sementara jumlah sampah yang didaur ulang hanya 8 persen. Sisanya, limbah diolah dengan cara tidak ramah lingkungan, seperti dibakar dan di biarkan saja. "Indonesia tanpa sampah akan terwujud jika kita memiliki komitmen dan melakukan langkah sinergi berkelanjutan,"
.
Terkait masalah sampah di Indonesia, setidaknya ada 5 fakta yang harus kita ketahui.

1. Bali Deklarasi Darurat Sampah Pada November 2017 lalu, Bali mendeklarasikan "darurat sampah". Hal ini bermula dari protes sejumlah wisatawan dunia tentang kotornya Pantai Kuta. Deklarasi tersebut dilakukan para pejabat Bali di sepanjang 6 kilometer yang mencakup pantai Jimbaran, Kuta, dan Seminyak. Nyata di lakukan di Bali.

2. Indonesia Penyumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua Dunia Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyebutkan, Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia yang dibuang ke laut. Ungkapan langsung dari mentri kelautan Ibu Susi Pudjiastuti.

3. Produk Penyumbang Sampah Terbanyak Dalam rangka memperingati World Clean-up Day yang berlangsung pada 15 September 2018, Greenpeace Indonesia melakukan audit sampah plastik di tiga pantai Indonesia. Tiga pantai tersebut adalah pantai Kuk Cituis (Tangerang), Pandansari (Yogyakarta), dan Mertasari (Bali). Hasilnya, mereka menemukan 10.594 sampah plastik bekas kemasan produk dengan 797 merek berbeda. Untuk rinciannya, ada 594 merek makanan dan minuman, 90 merek produk perawatan tubuh, 86 merek kebutuhan rumah tangga, serta limbah produk lain termasuk puntung rokok 27 merek.

4. Sampah Plastik Tewaskan Paus di Wakatobi Seekor paus sperma yang ditemukan dalam keadaan mati dan membusuk di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, pada Senin (19/11/2018) menggegerkan banyak pihak. Terlebih lagi, ketika ditemukan skitar 5,9 kg sampah plastik di dalam tubuh paus tersebut. Sontak membuat banyak orang berspekulasi tentang bagaimana mamalia laut yang berukuran 9,5 meter tersebut mati. Berita ini sempat viral di Indonesia.

5. Plastik Cemari Garam dan Ikan Pencemaran plastik di laut semakin mengkhawatirkan. Selain mencemari organisme laut, fenomena ini juga mengancam manusia. Studi terbaru menemukan kandungan mikroplastik pada garam dan ikan di Indonesia. Akibat nya kedepan nya kita akan susah mendapatkan makanan dengan menu ikan segar atau sehat.



Mari menjadi bagian dari solusi mengurangi sampah dengan menerapkan enam hal berikut ini :

1. Membawa tas belanja sendiri
2. Membawa botol air yang dapat digunakan lagi
3. Membawa tempat makan sendiri
4. Tidak menggunakan sendok dan garpu dan sedotan dari plastik
5. Tempatkan sisa makan dengan wadah kaca
6. Bagikan tips ini ke semua orang
.

Siap ya lurr!! Buat Peduli Sampah

2019 @ www.anakdolan.com Bangga Mencintai Negeri ini INDONESIA. Dan Buanglah Sampah pada tempatnya!


Senin, 21 Januari 2019

Jadi Traveler Jangan Egois!! Ingat 6 Hal dasar ini.

17.35 0
Jadi Traveler Jangan Egois!! Ingat 6 Hal dasar ini.


Agaknya semua orang tengah tergila-gila dengan slogan yang satu ini. Travelling yang dulu bisa dikatakan barang mewah, kebutuhan tersier, sekarang sudah menjadi bagian dari gaya hidup nyaris setiap manusia modern.

Memang benar, travelling perlu untuk menyegarkan pikiran. Travelling bisa menghindarkan diri kita dari stres. Travelling bahkan bisa mengalirkan kembali kreativitas yang mandeg. Semua orang butuh travelling. Semua orang wajib mencoba jadi seorang traveller, meskipun hanya sehari atau seminggu.

Tetapi menjadi seorang traveller bukan cuma mengunjungi tempat-tempat indah dan memamerkan fotonya di Instagram atau status BBM. Yang jauh lebih penting daripada kedua hal itu adalah bagaimana agar kita bisa menjadi seorang traveller yang bertanggungjawab. Tunjukkan kalau kamu bukan traveller alay yang egois.

Berikut ini beberapa hal yang harus kamu ingat kalau kamu ngaku sebagai traveller yang bertanggungjawab.

Buang sampah dengan bijak, meskipun tidak ada aturan tertulis

Membuang sampah dengan bijak merupakan tanggung jawab setiap orang, di manapun. Apalagi kalau kita sedang mengunjungi tempat wisata. Satu bungkus plastik yang kita buang sembarangan saja bisa berdampak besar. Pasalnya akan ada orang yang mengikuti 'jejak' kita membuang sampah di tempat yang sama. Kalaupun sudah ada orang lain yang melakukannya, bukan berarti kita bisa melakukan hal yang sama.

Tak perlu menunggu ada peraturan tertulis atau larangan membuang sampah yang dicetak dengan huruf besar. Buanglah sampah yang kamu hasilkan pada tempatnya. Kalau memang di sana tak ada tempat sampah, simpan di tas atau kantung, kemudian buang setelah kamu menemukan tempat sampah.

Membayar bukan berarti punya hak untuk merusak

Jangan mentang-mentang sudah membayar beberapa puluh ribu perak untuk tiket masuk, lantas kita merasa sudah sewajarnya kalau bunga di taman yang kita kunjungi rusak karena terinjak oleh sepatumu. Sudah sewajarnya kalau kita membuang botol plastik di bawah pohon. Sudah sewajarnya kita memetik satu atau dua batang bunga.

Mari kita hentikan pola pikir seperti ini. Ini adalah mentalitas orang-orang yang tak mau diajak maju. Justru karena kita sudah membayar, jadi kewajiban kita bersama untuk menjaga kelestarian tempat wisata yang kita kunjungi. Selain itu, ada wisatawan lain yang juga punya hak buat menikmati fasilitas.

Peraturan ada untuk dipatuhi, bukan buat dilanggar

Pihak pengelola tempat wisata yang kita kunjungi membuat berbagai peraturan untuk menjaga kelestarian tempat tersebut. Jadi sebaiknya kita juga mematuhi auran dan larangan yang sudah dibuat.

"Tapi wisatawan lain juga melanggar!" Justru karena orang lain tidak mengindahkan peraturan, jangan sampai kita ikut memperparah kerusakan dengan melakukan hal yang sama. Semakin banyak tempat wisata yang rusak karena perilaku tak bertanggungjawab, semakin sedikit tempat indah di nusantara yang bisa kita eksplorasi keindahannya.

Keterlaluan saat menawar.

Saat kamu traveling di suatu tempat dengan pendapatan yang lebih rendah dari tempat kamu misalnya, sebaiknya kamu gak perlu keterlaluan saat menawar atau beli prodak dan oleh-oleh dari tempat tersebut. Sebagai traveler, kamu perlu mempertimbangkan pantas dan gaknya kamu menawar harga tersebut berdasarkan kualitas dari hal yang kamu dapat. Tetapi, jika memang sudah murah gak perlu ditawar lagi.

Jadilah traveler yang baik dan selalu menginspirasi untuk hal-hal positif ya. Gak perlu melakukan hal-hal di atas agar terlihat keren atau di puji orang. Buatlah juga pengalaman yang gak cuma bermanfaat untuk jangka pendek tetapi jangka panjang buat dirimu dan orang-orang yang kamu temui, misalnya berteman baik dengan orang-orang yang telah kamu temui saat traveling.

Bersikap sopan kepada penduduk sekitar

Tanggung jawab pengunjung bukan cuma terhadap lingkungan. Hargailah penduduk yang hidup dan mencari nafkah di sekitar tempat wisata. Jangan bersikap arogan dan sebisa mungkin patuhilah norma yang berlaku di sana.

Mengenai penduduk setempat yang mencoba mencari penghasilan sampingan lewat wisatawan, tak perlu kasar kalau kamu tak ingin menggunakan jasa mereka. Tolak dengan halus. Jika tidak bisa, tolak dengan tegas tanpa menimbulkan keributan.

Jangan tinggalkan apapun selain jejak dan jangan ambil apapun kecuali foto

Take nothing but picture! Leave nothing but footprint! Kill nothing but time! Jauh-jauh dari yang namanya vandalisme. Bahkan coretan sederhana di atas batu pun sudah termasuk tindakan vandalisme. Jangan mengulangi aksi coret-coret di Gunung Fuji yang bikin bangsa kita malu.

Bertanggungjawablah terhadap keselamatan sendiri

Tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan sudah, menghargai penduduk sekitar juga sudah. Satu hal lagi yang tak kalah penting adalah memastikan keselamatan diri sendiri. Jangan sampai mengalami hal-hal yang tak diinginkan karena lupa menjaga keselamatan.

Itulah beberapa hal yang sebaiknya kita perhatikan untuk jadi seorang traveller bertanggungjawab.

Rabu, 28 November 2018

Penyu-penyu di Pulau Pari Mati Gegara Sampah Plastik-Minyak.

17.35 0
Penyu-penyu di Pulau Pari Mati Gegara Sampah Plastik-Minyak.

Jakarta - Sampah plastik, minyak, hingga eceng gondok mencemari perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Di sekitarnya, akibatnya ada beberapa penyu mati di perairan pulau ini.

"Informasinya ada sekitar dua hingga tiga penyu mati," kata Ketua RT 01/RW 04, Kelurahan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta, Edi Mulyono (34), Selasa (27/11/2018).

Dia baru saja membersihkan sampah-sampah yang terbawa sampai ke pantai pulaunya. Dia menerima video dari warganya bernama Suryadi alias Ondoy, warga RT 01/04, yang melintasi perairan sekitar pukul 12.00 WIB. Video itu berisi tayangan seekor penyu yang sudah mati, mengambang, dan membusuk.

"Meski belum dipastikan, tapi menurut teman-teman, matinya itu karena makan sampah atau kena minyak. Bangkainya ditemukan tak jauh dari sekitar situ (perairan yang dicemari sampah)," kata dia.

Penyu itu dikenal masyarakat setempat sebagai penyu sisik yang punya habitat di kawasan Kepulauan Seribu. Dengan ukuran seperti di video warganya, penyu sisik itu diperkirakan sudah berusia belasan tahun.

Ada pula video dari warganya yang melintas di laut pukul 10.00 WIB pagi tadi. Video itu menunjukkan laut yang penuh dengan sampah-sampah. Warganya yang bernama Boni juga melintas dengan kapal berbeda sekitar pukul 10.00 WIB, juga menunjukkan video yang sama, sampah-sampah mengotori laut.

"Yang mendominasi adalah sampah plastik. Macam-macam, ada plastik botol, kantong plastik, plastik bungkus makanan," ujar Edi penduduk pulau.



Selasa, 27 November 2018

Ritual Yadnya Kasada di tengah aktivitas Gunung Bromo

21.12 0
Ritual Yadnya Kasada di tengah aktivitas Gunung Bromo

Selain keindahan Bromo dari luar, daya tariknya ada di dalam budayanya juga. Seperti Yadnya Kasada adalah festival yang diadakan setiap hari ke- 14 Bulan Kasada dalam kalender tradisional Hindu. Biasanya acara ini digelar di Pura Luhur Poten, di kaki Gunung Bromo Upacara ini bentuk untuk menghormati Sang HyangWidhi, Tuhan Yang Maha Esa, Roro Anteng, putri Raja Majapahit, dan Joko Seger, putra Brahmana.
.

Acara dengan larung sesaji hasil bumi baik pertanian dan peternakan, sebagai wujud syukur.Warga dari Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Pasuruan dan Malang, ini melempar sesaji ke mulut kawah Gunung Bromo, sebagai puncak perayaan Yadya Kasada. Sebelum dilarung, warga berpakaian khas suku tengger ini membawa sesajen berjalan kaki dengan penerangan lampu obor menuju Pura Luhur Poten, yang dilakukan dini hari.

Menurut legenda masyarakat Tengger, mereka merupakan keturunan pasangan Roro Anteng dan Joko Seger. Setelah bertahun-tahun menikah tak memiliki anak, keduanya bertapa dan berdoa kepada Tuhan. Mereka berjanji akan mengorbankan salah satu anaknya atau mempersembahkan ke kawah Gunung Bromo. Akhirnya mereka dianugerahi 25 anak yang disayanginya, tetapi lupa dengan janjinya mengorbankan salah satu anaknya. Semua anaknya menolak dikorbankan, namun si sulung Jaya Kusuma bersedia dikorbankan menemui sang Dewa Brahma atau Bromo untuk melunasi janji kedua orangtuanya. Jaya Kusuma menyampaikan agar masyarakat keturunan Roro Anteng dan Joko Seger atau Tengger memberikan persembahan hasil bumi ke kawah Bromo pada tanggal 14 bulan Kasada sesuai penanggalan Tengger.
.

"Ini merupakan bentuk keberagaman agama yang ada di Indonesia. Dengan adanya perbedaan agama tertentu perlu dihormati secara bersama,"